Sumber: http://www.fastatour.com/PaketTourMurahdiBali.htm
Berbelanja di pasar tradisional Bali
adalah seni, karena tawar menawar harus dilakukan. Malah kalau pembeli
tidak bereaksi setelah pedagang menyebutkan harga, pedaganglah yang
menantang untuk adu menawar: "Bisa kurang, kok. Maunya berapa ?"
Justru di sinilah keunikannya. Tidak hanya
karena pembeli dapat membeli barang dengan harga terbaik, namun juga
ketika bertransaksi terjadi sebuah komunikasi yang hangat antara pembeli
dan pedagang. Asalkan sabar sambil ramah mengajak ngobrol pedagang,
bukan tidak mungkin Anda akan diberi harga bagus. Anda pun akan terenyuh
melihat bagaimana mereka menepuk-nepukkan uang Anda ke barang dagangan
sambil berharap rejekinya lancar hari itu.
Berikut tempat-tempat yang
dapat membuat Anda menjinjing tas belanjaan sambil tersenyum lebar :
* Denpasar
Sebagai
pusat aktivitas jual beli bagi masyarakat lokal, pasar tradisional yang
terbesar yaitu Pasar Kumbasari. Di sebelah utara pasar terdapat Jalan
Gajahmada yang menjual barang kerajinan. Sedangkan di sebelah timurnya
terdapat Jalan Sulawesi yang menjual beragam kain sehingga pemandangan
warna-warninya akan mengingatkan Anda kepada film-film India. Di sebelah
selatan adalah Jalan Hasanudin yang banyak berderet toko emas.
* Kuta
Di
kiri-kanan jalan banyak penjaja kerajinan, pakaian, perhiasan, CD dan
DVD, mebel, dan pernak-pernik kulit. Jika tidak tertarik membeli,
hindari kontak mata dengan penjualnya atau melihat-lihat karena pedagang
bisa terus memaksa untuk membeli dagangannya.
* Sanur
Pusat
belanja di area ini terletak di Jalan Danau Tamblingan. Suasananya mirip
dengan Kuta namun pedagang kaki limanya lebih sedikit. Kebanyakan barang
diperdagangkan di toko-toko yang apik.
* Bypass
Aslinya
bernama Jalan Ngurah Rai, jalan ini merupakan yang terlebar di Bali.
Terletak antara Nusa Dua dan Sanur, di kiri-kanannya banyak toko barang
antik, kerajinan tanah liat, batu alam dan mebel. Koleksinya bagus-bagus
dan mungkin tidak dapat ditemui di daerah lain di luar Bali.
* Batubulan
Terletak
di perbatasan Denpasar dan Gianyar, Batubulan terkenal akan pahatan
batunya. Pemahat-pemahat di desa ini juga menerima pesanan yang dapat
diantar langsung ke alamat manapun di seluruh dunia.
* Celuk
Terletak di
rute menuju Ubud, Celuk adalah desa pengrajin perhiasan emas dan perak
yang kualitasnya baik dan desainnya pun beragam.
* Sukawati
Inilah pasar
favorit turis domestik untuk belanja oleh-oleh di Bali. Menjual pakaian,
lukisan, patung, perhiasan khas Bali dengan harga miring.
* Ubud
Terkenal
sebagai desa seni yang barang-barangnya berkualitas internasional,
jangan lewatkan kunjungan ke pasar seni Ubud maupun galeri-galeri
terkenal, seperti Agung Rai, Sumertha, Rudana, Sika, Neka, Hans Snel,
dan Antonio Blanco.
* Tegalalang
Dari Ubud ke
arah Kintamani, terdapat beragam ukiran kayu berwarna-warni dengan motif
bunga, binatang, dan desain lainnya dipajang di toko-toko sepanjang
jalan.
* Kamasan
Sebuah
desa di Klungkung yang terkenal akan lukisannya yang disebut Kamasan,
yaitu teknik menggambar dengan tinta hitam dan diwarnai dengan zat
warna alami.
* Tenganan
Merupakan desa Bali Aga di Karangasem, Tenganan merupakan
satu-satunya tempat yang menghasilkan kain Geringsing yang semua proses
dan bahannya alami. Konon malah ada kain yang diwarnai dengan darah
manusia. Karena prosesnya yang manual itu, kain ini harganya sangat
mahal.